Sambutan Pengasuh

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام علي اشرف الانبياء والمر سلين وعلي اله وصحبه اجمعين . اما بعد

 

          Anak merupakan amanat Allah SWT yang dititipkan kepada orang tuanya. Kalbu yang sangat bersih merupakan permata yang sangat berharga. Jika ia dibiasakan untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia dunia akirat. Demikian pula sebaliknya, jika ia dibiasakan melakukan keburukan serta di lestarikan maka niscaya ia akan menjadi orang yang celaka dunia akhirat. Lanjutkan membaca...

Kontak Info

Email:
ppatqrf@gmail.com
Telp:
085225836996

Donasi

Bank:
BRI Unit Gembong
No. Rekening:
5936-01-005247-53-0
A/N:
Pondok Anak Tahfidzul Qur’an

yayasan-raudlatul-falah-bermi

SUKSESKAN PELAKSANAAN CJ SCOUT FEST 2021 KWARTIR DAERAH JAWA TENGAH TAHIN 2021

Jum’at, 08 Oktober 2021, anggota siaga pramuka pangkalan MI Tahfidzul Qur’an Raudlatul falah NO GUDEP. 04.091 mengikuti Festival Keterampilan Kepramukaan Tahun 2021 mewakili Kwarcab. Pati, semoga bermanfaat bagi peserta dan berbuah manis mengukir prestasi.
Tonton kegiatan lengkapnya di chanel PPATQ TV, https://youtu.be/A3K-HFToBDM

 


BULAN SHOLAWAT

 

Ada seorang nelayan yang gemar sekali mendawamkan salawat kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, Akan tetapi salawat yang dibacanya kurang tepat dilihat dari segi bahasa.

Maka nelayan itu selalu bersalawat dengan mengucapkan,..

“SHOLLU ‘ALAIHI WASALLIMU TASLIIMAA..”

Selama bertahun tahun dan puluhan ribu kali baca setiap harinya. Suatu Ketika, di bibir pantai ia lagi asyik merajut jalanya yang robek dan kusut Sembari lisannya pun melantunkan salawat memuji nama kekasihnya Sayyidina Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, maka

di dengarlah oleh rombongan ustadz yang akan menaiki kapal yang akan menyebrang ke sebrang pulau lalu, Salah seorang ustadz tersebut menegur kepada nelayan tersebut,..

“Wahai kakek bacaan yang kamu baca itu kurang benar, seharusnya kakek membaca “Sholli” bukan “Shollu”…”

Setelah menasehati kakek tersebut

maka rombongan ustadz itu pun pergi dengan perahu besar yang di tumpanginya, Namun Apa yang terjadi…? Beberapa saat setelah rombongan ustadz itu pergi, nelayan itu lupa dengan apa yang tadi ustadz katakan,..

“Yang bener Shollu atau Sholli ya… ?”

la pun mengejar ustadz tadi yang sudah berada di lautan lepas sambil berteriak teriak ia memanggil..

“Ustaaaadz…. Ustaaaaaadz….!!

yang benar Shollu atau Sholli ya.. ? Saya Lupaaa Ustaaaadz !!!!”

Tak terasa Nelayan itu Mengejar dengan berjalan serta berlari di atas air. lalu, Ustadz itu tercengang melihat kebesaran Allah Ta’alla dan Kedasyatan Salawat atas kekasih Allah Ta’alla yang diberikan kepada hambanya yang di inginkan. Maka ustadz itu berkata sambil berteriak,..

“Buat engkau mau Shollu atau Sholli bebas Pak tua, Maqom Engkau jauh lebih tinggi dari kami semua. Maafkan kata kata kami…”

NGAJI KAMIS PAGI (PERTEMUAN KEDUA PULUH)

Bersama pengasuh Pondok Pesantren Anak-Anak Tahfidzul Qur’an Raudlatul Falah K. Noor Shokhib, AH., M.Pd.I Kajian kitab;

مَجْمُوْع مُشْتَمِل عَلَى أَرْبَعِ رَسَائِلَ

‘Kumpulan yang memuat empat catatan’

Karya dari seorang Mufti Makkah

الحافظ الفقيه السَّيد أحمد بن زيني دحلان الحسني الهاشميّ القرشيّ المكّيّ

 

Di pertemuan yang kedua puluh ini, beliau K. 𝑵𝒐𝒐𝒓 𝑺𝒉𝒐𝒌𝒉𝒊𝒃 membacakan;

Ajakan untuk saling tolong menolong dalam taat kepada Allah SWT, agar kita menjadi golongan orang yang beruntung, orang yang berbahagia dunia akhirat dan selamat dari adzab Allah.

Jangan menyepelekan terhadap masalah sholat, karena tiada orang yang menyepelekan terhadap masalah ini kecuali orang yang buruk pengetahuannya dan pengamalannya terhadap agama, mkaka baginya adzab yang pedih. Putusan Allah terhadap mereka sebagaimana berfirmanNya :

وَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِيْٓ اُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۚ اِنَّهُمْ كَانُوْا خٰسِرِيْنَ

Dan tetaplah atas mereka putusan azab bersama umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari (golongan) jin dan manusia. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang rugi.

Habib Abdullah Bin ‘Alawi Al-hadad dalam kitab Nashoihud Diniyyah mengatakan :

Sebagaimana diwajibkannya menjaga sholat, maka kebalikannya haram menyia-nyiakan sholat. Kewajiban itu juga meliputi membimbing keluarga dalam menjaga dan menjalankan sholat.

Jika diantara mereka ada yang membangkang, beri peringatan dan ancaman, marahlah !!! melebihi marah kita ketika mereka menghabiskan atau menghancurkan harta benda kita. Karenanya jika kita tak peduli dan acuh, maka kita termasuk orang hina yang tak tahu haknya Allah. Menjauhlah dari mereka, jika mereka terus membangkang, jangan bergaul bersama mereka, karena mereka telah menjadi bagian dari golongan syaitan, tak ada kebaikan pada diri mereka dan tak pantas bagi kita terhadap golongan itu (orang yang meninggalkan shalat) untuk mengasihi dan mmenyayangi.

 


خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ                  اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه                      من سلك طريقا إلى العلم سلك الله به طريقا إلى الجنة                  ومن تعلم بابا من العلم ليعلم الناس أعطي له ثواب سبعين نبيا

Arsip

Yayasan Raudlatul Falah

yayasan-raudlatul-falah-bermi

Komentar Terbaru