Sambutan Pengasuh

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام علي اشرف الانبياء والمر سلين وعلي اله وصحبه اجمعين . اما بعد

 

          Anak merupakan amanat Allah SWT yang dititipkan kepada orang tuanya. Kalbu yang sangat bersih merupakan permata yang sangat berharga. Jika ia dibiasakan untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia dunia akirat. Demikian pula sebaliknya, jika ia dibiasakan melakukan keburukan serta di lestarikan maka niscaya ia akan menjadi orang yang celaka dunia akhirat. Lanjutkan membaca...

Kontak Info

Email:
ppatqrf@gmail.com
Telp:
085225836996

Donasi

Bank:
BRI Unit Gembong
No. Rekening:
5936-01-005247-53-0
A/N:
Pondok Anak Tahfidzul Qur’an

yayasan-raudlatul-falah-bermi

ppatq

MAJLIS AGUNG

Dalam kondisi normal, seseorang yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an, dianjurkan untuk mengumpulkan keluarga, kerabat, tetangga, ataupun teman-temannya untuk bersama-sama berdoa mengharap limpahan karunia Allah lewat keberkahan khatam Al-Qur’an.

Sebab di antara saat terijabahnya doa adalah ketika mengkhatamkan Al-Qur’an. Di antara hadits-hadits yang menjelaskan keistimewaan berdoa saat khatam Al-Qur’an adalah :

اِذَا خُتِمَ الْقُرْأٓنُ نَزَلَتِ الرَّحْمَةُ

“Apabila dikhatamkan Al-Qur’an, maka turunlah rahmat Allah”

Dalam hadits riwayat yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ الْقُرْأٓنَ ثُمَّ دَعَا، أَمَّنَ عَلَى دُعَائِهِ اَرْبَعَةُ اَلَافِ مَلِكٍ

“Barang siapa telah membaca Al-Qur’an (khatam) kemudian dia berdoa, maka ada 4 ribu malaikat yang mengaminkan doanya”.

Bahkan lebih dahsyat lagi, majlis khotmil Al-qur’an akan di hadiri lebih dari 60.000 malaikat ikut mendoakan.

اِذَا خَتَمَ الْعَبْدُ الْقُرْأٓنَ صَلَّى عَلَيْهِ عِنْدَ خَتْمِهِ سِتُّوْنَ اَلْفِ مَلِكٍ

“Apabila seorang hamba telah mengkhatamkan Al-Qur’an, maka akan hadir 60.000 malaikat yang membacakan istighfar untuknya saat khatam Al-Qur’an tersebut”.

Penggalan Mauidhoh Buya Muhammad Ulil Albab Arwani Kudus pada Haflah Khotmil Qur’an X

 


MENGENANG ORANG SHOLEH

Masih dalam Rangka mengenang 40 hari Al Magfurlah KH. Ahmad Djaelani dan Menyongsong Haflah Khotmil Qur’an X Pondok Pesantren Anak-Anak Tahfidzul Qur’an Raudlatu Falah hari ini mengadakan :

√ Arwahan

√ Khataman Qur’an

√ Dzikir

√ Tahlil

√ Manaqib

Semoga di beri kelancaran hingga usai, ada Keberkahan dan Rohmat yang Allah turunkan kepada kita semua, baik Assatidz, Karyawan, Santri, Wali Santri umumnya warga Indonesia di jauhkan dari bala’ dan musibah juga kepada para pejuang Raudlatul Falah juga arwah yang di hadiahi pahala Khotmil Qur’an semoga dapat ampunan, Rahmat dari Allah SWT, dan di tempatkannya di tempat yang Indah di sisi Allah SWT.

Ibnu Taimiyah menyebutkan :

والكمال لا يحصل إلا بالعلم والقدرة والإرادة التي أصلها المحبة وحيث كان الإنسان يلتذ بالعلم فلا بد أن تكون هناك محبة لما يلتذ به. فتارة يكون المعلوم محبوبا يلتذ بعلمه وذكره كما يلتذ المؤمنون بمعرفة الله وذكره بل ويلتذون بذكر الأنبياء والصالحين ولهذا يقال عند ذكر الصالحين تنزل الرحمة بما يحصل في النفوس من الحركة إلى محبة الخير والرغبة فيه والفرح به والسرور واللذة

”Kesempurnaan diri tidak akan tercapai tanpa pengetahuan, kemampuan, dan kemauan yang sumbernya adalah cinta.

Ketika seseorang merasa nikmat dengan pengetahuan, maka sudah barang tentu di sana ada rasa cinta terhadap apa yang dinikmatinya. Adakalanya apa yang ia ketahui, ia cintai, terasa lezat dengan menyebutnya berulang. Sebagaimana orang-orang yang beriman merasa nikmat dengan makrifat kepada Allah dan berdzikir kepadaNya. Bahkan orang-orang yang beriman merasa nikmat dengan menyebut (mengenang) para nabi dan orang-orang shaleh, oleh karenanya ada slogan: “ketika orang-orang shaleh dikenang, maka rahmat Allah akan turun”, dengan bangkitnya jiwa dan hati seseorang untuk mencintai kebaikan dan merasa senang dan nyaman melakukannya”


KARANTINA KHOTIMIN-KHOTIMAT

Mohon Doa Restu….

Mulai Hari Ini Calon Khotimin-Khotimat 2020/2021 Mengikuti Karantina Semoga Diberi Kemudahan, Kelancaran dalam Menghadapi Simaan Khotimin-Khotimat Sabtu Mendatang.

Pembukaan dan Pembekalan di pimpin dan di sampaikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ust. Noor Shokhib, AH, M.Pd.I

Dikutip dari Mukaddimah Majmu’ Syarh Muhadzzab, Imam al-Khatib al-Baghdadi merekomendasikan beberapa waktu yang baik untuk menghafal.

Pertama yaitu waktu sahur. Sekitar sepertiga malam. Waktu ini sangat berharga dan memiliki banyak faedah.

Kedua, pertengahan siang hari. Selain dimanfaatkan untuk mencari penghidupan bagi kalangan pekerja, waktu ini dapat digunakan untuk menghafal pula.

Ketiga, pagi hari. Tidak diragukan lagi mengapa para guru menganjurkan belajar dan hafalan di waktu ini, karena umumnya, kondisi pikiran manusia di pagi hari sangat plong dan belum banyak digunakan untuk memikirkan sesuatu yang berat. Maka bagi para penghafal, jika tidak ada kesibukan yang begitu mendesak, waktu ini sangatlah recommended bagi yang ingin cepat hafal.

Keempat, waktu malam. Tak usah tanya lagi mengapa waktu ini begitu penting. Ada pepatah yang sangat terkenl di telinga kita, yaitu

من طلب العلا سهر الليالي

Siapa yang ingin mendapatkan kemuliaan, maka bekerjalah sampai jauh malam.

Dari sana kita dapat menyimpulkan bahwa meraih kesuksesan, perlu perjuangan di malam hari, yaitu menghidupkannya dengan menghafal dan belajar.

Kelima, ketika dalam keadaan lapar. Menghafal dalam keadaan lapar lebih utama dibandingkan dalam keadaan kenyang. Ketika perut kita kenyang, rasa malas dan kantuk pun diam-diam menyergap.

 


خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ                  اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه                      من سلك طريقا إلى العلم سلك الله به طريقا إلى الجنة                  ومن تعلم بابا من العلم ليعلم الناس أعطي له ثواب سبعين نبيا

Arsip

Yayasan Raudlatul Falah

yayasan-raudlatul-falah-bermi

Komentar Terbaru