Sambutan Pengasuh

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام علي اشرف الانبياء والمر سلين وعلي اله وصحبه اجمعين . اما بعد

 

          Anak merupakan amanat Allah SWT yang dititipkan kepada orang tuanya. Kalbu yang sangat bersih merupakan permata yang sangat berharga. Jika ia dibiasakan untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia dunia akirat. Demikian pula sebaliknya, jika ia dibiasakan melakukan keburukan serta di lestarikan maka niscaya ia akan menjadi orang yang celaka dunia akhirat. Lanjutkan membaca...

Kontak Info

Email:
ppatqrf@gmail.com
Telp:
085225836996

Donasi

Bank:
BRI Unit Gembong
No. Rekening:
5936-01-005247-53-0
A/N:
Pondok Anak Tahfidzul Qur’an

yayasan-raudlatul-falah-bermi

Uncategorized

NGAJI KAMIS PAGI (𝑷𝒆𝒓𝒕𝒆𝒎𝒖𝒂𝒏 𝑲𝒆𝒕𝒖𝒋𝒖𝒉) BERSAMA PENGASUH UST. NOOR SHOKHIB, AH, M.Pd.I

Kajian kitab;

مَجْمُوْع مُشْتَمِل عَلَى أَرْبَعِ رَسَائِلَ

‘Kumpulan yang memuat empat catatan’

Karya dari seorang Mufti Makkah

الحافظ الفقيه السَّيد أحمد بن زيني دحلان الحسني الهاشميّ القرشيّ المكّيّ

Di pertemuan yang ketujuh ini, beliau Ust. 𝑵𝒐𝒐𝒓 𝑺𝒉𝒐𝒌𝒉𝒊𝒃 membacakan;

  1. Orang yang meninggalkan Shalat itu dilipatgandakan dua kali lipat siksaannya, dan pada saat hari Kiamat ia datang dalam keadaan diikat tangannya ke arah leher, sedangkan para Malaikat memukulinya, dan dibukakan pintu Jahannam untuknya, sehingga ia masuk dalam pintunya bagaikan anak panah yang dihempaskan dari busurnya, ia terhempas dengan kepala berada di bagian depan serta bersama Qarun dan Haman di bagian paling bawah tingkatan Neraka.
  2. Orang yang meninggalkan Shalat, jika diberikan suapan ke arah mulutnya, suapan itu berkata: ‘Semoga Allah melaknat dirimu wahai musuh Allah, engkau peroleh makanan dari rizqi Allah, namun engkau tinggalkan kewajibanmu.’

Orang yang meninggalkan Shalat, pakaian yang ia kenakan terlepas dari badannya, seraya berkata: ‘Jika bukan karena Allah menjinakkanku atas dirimu, niscaya aku telah berlari meninggalkanmu.’

Orang yang meninggalkan Shalat ketika ia keluar meninggalkan rumahnya, rumah berkata kepadanya: ‘Semoga Allah tidak membersamaimu dalam perjalananmu, Allah tidak memberikan jejak baik sepeninggalmu, dan Allah tidak membiarkanmu kembali pulang ke rumahmu dengan selamat.’

Orang yang meninggalkan Shalat itu mendapatkan laknat di masa hidupnya dan setelah matinya.

Orang yang meninggalkan Shalat (mengingkari hukum wajibnya) maka ia meninggal dalam keadaan Yahudi dan dibangkitkan dalam keadaan Nasrani.

 


وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِینَ {١٥٥} ٱلَّذِینَ إِذَاۤ أَصَـٰبَتۡهُم مُّصِیبَةࣱ قَالُوۤا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّاۤ إِلَیۡهِ رَ ٰ⁠جِعُونَ {١٥٦}

Belum kering air mata ini, namun harus merasakan duka yang sangat dalam atas berpulangnya guru kita Guru Besar Al-Qur’an,

beliau Romo KHR. Muhammad Najib bin Abdul Qodir bin Munawwir

Pengasuh Pondok Pesantren ‘AL MUNAWWIR’ Krapyak Yogyakarta

Sosok panutan yang sangat tawadhu’, rendah diri, dan menerima tamu semua kalangan tanpa perlakuan yang berbeda.

Dalam kenangan kami, beliau pernah berkenan mengisi rubrik Majalah Tibyana dan mengupas tuntas tentang metode pendidikan Al-Qur’an; lebih utama menghafal Al-Qur’an dulu, ataukah mendalami Ilmu Agama baru menghafalkan Al-Qur’an?

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

له الفاتحة….


TERUS MENGUKIR PRESTASI MESKI DI TENGAH PANDEMI

Dengan berucap Alhamdulillah, atas rahmat Allâh Ta’âla kegiatan belajar mengajar di MI Tahfidzul Qur’an Raudlatul Falah telah terselesaikan di Semester Gasal. Pembelajaran dengan protokol kesehatan tetap berlangsung sampai akhirnya tahap Penilaian Akhir Semester Gasal dapat terselesaikan.

Semua anak memiliki satu keistimewaan tersendiri yang berbeda satu sama lainnya. Tugas tenaga pendidik dan pengajar adalah bagaimana mengembangkan potensi itu sehingga anak menjadi tumbuh sebagaimana qudrât yang telah digariskan-Nya.

Proses pengembangan itu hanya akan berhasil jika sepenuhnya Wali Santri selalu mendukung segala kebijakan dan keputusan tenaga pendidik dan pengajar untuk putra-putrinya. Ibarat seorang dokter, tentunya ialah yang paling mengerti dosis obat yang harus diberikan kepada pasiennya.

Dukungan Wali Santri sebagai penanggung jawab fisik harus sejalan dengan guru selaku pembina ruhani. Keseimbangan dua poros ini yang akan menghantarkan putra-putri menjadi saleh-salehah dunia-akhirat.

Peringkat dalam KBM MI adalah sebuah bonus yang bukan segala-galanya. Artinya jangan sampai dengan perolehan prestasi membuat putra-putri menjadi angkuh membusungkan dada dan merasa pintar sendiri. Sebaliknya, bagi yang belum meraih peringkat bukan berarti harus berhenti belajar dan putus asa dalam diri.

“Selagi masih mau belajar InsyaAllah akan mengalir berkah dan manfaat. Namun sedikit saja merasa pintar dan berhenti belajar bersiaplah menerima kegagalan dan laknat.”

 


خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ                  اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه                      من سلك طريقا إلى العلم سلك الله به طريقا إلى الجنة                  ومن تعلم بابا من العلم ليعلم الناس أعطي له ثواب سبعين نبيا

Arsip

Yayasan Raudlatul Falah

yayasan-raudlatul-falah-bermi

Komentar Terbaru