Sambutan Pengasuh

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام علي اشرف الانبياء والمر سلين وعلي اله وصحبه اجمعين . اما بعد

 

          Anak merupakan amanat Allah SWT yang dititipkan kepada orang tuanya. Kalbu yang sangat bersih merupakan permata yang sangat berharga. Jika ia dibiasakan untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia dunia akirat. Demikian pula sebaliknya, jika ia dibiasakan melakukan keburukan serta di lestarikan maka niscaya ia akan menjadi orang yang celaka dunia akhirat. Lanjutkan membaca...

Kontak Info

Email:
ppatqrf@gmail.com
Telp:
085225836996

Donasi

Bank:
BRI Unit Gembong
No. Rekening:
5936-01-005247-53-0
A/N:
Pondok Anak Tahfidzul Qur’an

yayasan-raudlatul-falah-bermi

KHOTMIL QUR’AN SAAT TES HARIAN ABAH NOOR SHOKHIB

Imam Al-Bukhori meriwayatkan di dalam At-Taariikhul Kabiir, bahwasanya Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من تعلم القرآن و هو فتي السن خلطه الله بلحمه ودمه

“Barang siapa yang mempelajari Al Qur’an di usia muda, maka Alloh akan menyatukan Al Qur’an dengan darah dan dagingnya” (At-Taariikhul Kabiir iii /94).

Di dalam kitab Al Adaab Assyar’iyyah Libni Muflih 1/244, Ibnu Abbas Mengatakan :

من قرأ القرآن قبل ان يحتلم فهو ممن أوتى الحكم صبيا (الآداب الشرعية لابن مفلح1/244

“Barang siapa yang membaca Al Qur’an sebelum ia baligh, maka ia termasuk orang yang diberi ilmusejak masa kecil”.

Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

” حِفْظُ الْغُلامِ الصَّغِيرِ كَالنَّقْشِ فِي الْحَجَرِ ، وَحِفْظُ الرَّجُلِ بَعْدَ مَا يَكْبُرُ كَالْكِتَابِ عَلَى الْمَاءِ

“Dari Ibnu Abbas semoga Alloh meridhainya ia berkata, Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Hafalan anak kecil bagaikan melukis/mengukir di atas batu dan hafalan anak seorang dewasa bagaikan menulis di atas air”. (Hadits Marfu’ diriwayatkan oleh Alkhatib dalam Al jami’nya).

إِنَّ الطِّفْلَ إِذَا حَفِظَ الْقُرْآنَ مُنْذُ صُغْرِهِ اِخْتَلَطَ الْقُرْآنُ بِلَحْمِهِ وَدَمِهِ

“Ketika anak menghafal Al Qur’an semenjak dini maka Al Qur’an akan menyatu dengan darah dan dagingnya.”

(Di nukil dari Mawaid Dr. Yahya Al Ghautsani, Pakar pendidikan Al Qur’an)

Hari ini Jumat 11 September 2020 santri Hafizhotus Shofiyyah* Putri dari Bapak Eko Santiko dan Ibu Tri Wijiastuti santri asal Pati Kota Pati simaan Khotmil Qur’an 30 juz yang di simak langsung oleh Pengasuh Ppatq Raudlatul Falah Ust.Noor Shokhib, AH, M.Pd.I , semoga diberi keberkahan, istiqomah dan kekuatan dalam menjaga hafalannya serta di beri kemulyaan kepada kedua orangtuanya dan semoga ini menjadi motifasi bagi santri yang lain.

*Mulai menghafal, 16 Juli 2016

Khatam bil goib 2 Agustus 2019

Lama menghafal 3½ thn

 


KHOTMIL QUR’AN SAAT TES HARIAN ABAH NOOR SHOKHIB

Di tengah maraknya kenakalan anak dan remaja, memiliki anak yang berbakti kepada orang tua merupakan kebanggaan tersendiri. Apalagi jika anak tersebut sedang atau sudah menjadi seorang hafiz atau penghafal Al-Qur’an, Banyak sekali keutamaannya.

Janji Allah kepada para orang tua yang anaknya hafiz di akhirat adalah memberikan hadiah berupa mahkota kehormatan. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis.

Dari Buraidah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن. رواه الحاكم

“Siapa yang membaca Qur’an, belajar dan mengamalkannya. Maka dipakaikan pada hari kiamat kepada kedua orang tuanya mahkota dari cahaya, cahayanya seperti pancaran cahaya matahari. Dipakaikan dua gelang untuk orang tuanya dimana tidak dapat dibandingkan dengan dunia seisinya. Kedua berkata, “Kenapa kita dipakaikan ini? Dikatakan, “Karena kedua anak anda mengambil Qur’an.” HR. Hakim,

Sore ini 10 September 2020 menyusul santri atas nama Rokhmatiyatul Fatikha Putri pasangan Bp. Achmad Syukur dan Ibu Nining Mariyana santri asal Bandung rejo Kalinyamatan Jepara telah mengkhatamkan Al Qur’an lewat tes harian, semoga kita termasuk golongan orang tua yang mendapat kehormatan di pakaikan mahkota cahaya di hari qiyamah.

 

 


KHOTMIL QUR’AN SAAT TES HARIAN ABAH NOOR SHOKHIB

Rasulullah menyatakan bahwa membaca Alqur’an secara rutin sehingga menjadi wirid atau kebiasaan seseorang merupakan ibadah yang paling dicintai oleh Allah. Cara membaca Alqur’an yang dimaksudkan oleh Rasulullah ialah secara berurutan dari surah pertama Alqur’an kemudian dilanjutkan dengan surah kedua, lalu surah ketiga dan seterusnya hingga khatam, kemudian kembali lagi dari surah pertama. Itulah pengertian dari “alhaallul murtahilu”.

Terceritakan dalam sebuah Hadist

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ ؟ قَالَ: اَلْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ . قَالَ: وَمَا الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ ؟ قَالَ: الَّذِى يَضْرِبُ مِنْ أَوَّلِ الْقُرْآنِ إِلَى آخِرِهِ كُلَّمَا حَلَّ اِرْتَحَلَ . (رواه الترمذي)

Artinya:

Dari Abdullah bin Abbas r.a ia berkata: Salah seorang sahabat bertanya: “wahai Rasulullah, perbuatan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Rasulullah menjawab: “orang yang berjalan tanpa henti” (alhaallul murtahilu). Sahabat tersebut bertanya kembali: “apakah yang dimaksud dengan ‘berjalan tanpa henti’? Rasulullah menjawab: “orang yang membaca Alqur’an dari awal hingga khatam, setiap kali khatam ia kembali lagi”. (HR. Tirmidzi).

Pagi ini 10 September 2020 santri atas nama Syahara Ganaya Rahmatilah kelas V asal Mekarmukti Cihampelas Bandung Barat putri dari pasangan Bapak Tata Miptahudin Dan Ibu Siti Khilisoh telah menghatamkan Al Qur’an lewat tes harian, semoga dengan barokah Khotmil Qur’an kita semua di jadikan golongan ahlul qur’an yaitu Ahlulloh wa khoossotuh.

 


خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ                  اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه                      من سلك طريقا إلى العلم سلك الله به طريقا إلى الجنة                  ومن تعلم بابا من العلم ليعلم الناس أعطي له ثواب سبعين نبيا

Arsip

Yayasan Raudlatul Falah

yayasan-raudlatul-falah-bermi

Komentar Terbaru