Sambutan Pengasuh

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام علي اشرف الانبياء والمر سلين وعلي اله وصحبه اجمعين . اما بعد

 

          Anak merupakan amanat Allah SWT yang dititipkan kepada orang tuanya. Kalbu yang sangat bersih merupakan permata yang sangat berharga. Jika ia dibiasakan untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia dunia akirat. Demikian pula sebaliknya, jika ia dibiasakan melakukan keburukan serta di lestarikan maka niscaya ia akan menjadi orang yang celaka dunia akhirat. Lanjutkan membaca...

Kontak Info

Email:
ppatqrf@gmail.com
Telp:
085225836996

Donasi

Bank:
BRI Unit Gembong
No. Rekening:
5936-01-005247-53-0
A/N:
Pondok Anak Tahfidzul Qur’an

yayasan-raudlatul-falah-bermi

KEMBALI BERZIARAH

Sudah semestinya mengajari dan membiasakan ziarah kepada santri sedari kecil, entah ke makam orang tua, saudara dan orang-orang shalih yang notabene guru-guru kita atau para Aulia ( pejuang dakwah di zamannya). Salah satu kegiatan bulanan Pesantren Anak-Anak Tahfidzul Qur’an Raudlatul Falah adalah ziarah para pejuang dan pendiri Yayasan di maqbaroh umum.

Kegiatan ini sebenarnya sudah berjalan lama, tapi karena berada di masa pandemi, kegiatan ziarah sempat stagnan. Alhamdulillah sore hari ini bersama santri bisa kembali berziarah ke makam para pejuang, sekaligus pamitan menjelang perpulangan santri yang sebentar lagi memasuki masa liburan lebaran. Kegiatan ini di ikuti oleh semua santri guru dan karyawan PPATQ.

Bertepatan Kamis sore ( setelah Asar ), ziarah ini sudah membudaya di desa Bermi, banyak orang berdatangan untuk berziarah ke makam orang tua atau kerabat yang telah meninggal. Teryata salah satu alasannya disebutkan di kitab Hasyiyah Al-Qulyubiy berikut ini :

(فَرْعٌ) رُوحُ الْمَيِّتِ لَهَا ارْتِبَاطٌ بِقَبْرِهِ لَا تُفَارِقُهُ أَبَدًا، لَكِنَّهَا أَشَدُّ ارْتِبَاطًا بِهِ مِنْ عَصْرِ الْخَمِيسِ إلَى شَمْسِ يَوْمِ السَّبْتِ، وَلِذَلِكَ اعْتَادَ النَّاسُ الزِّيَارَةَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَفِي عَصْرِ الْخَمِيسِ، وَأَمَّا زِيَارَتُهُ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – لِشُهَدَاءِ أُحُدٍ يَوْمَ السَّبْتِ فَلِضِيقِ يَوْمِ الْجُمُعَةِ عَمَّا يُطْلَبُ فِيهِ مِنْ الْأَعْمَالِ مَعَ بُعْدِهِمْ عَنْ الْمَدِينَةِ، انْتَهَى

حاشية القليوبى ، ج ١ ، ص ٤١١

Ruhnya orang yang telah mati itu memiliki hubungan atau koneksi dengan kuburannya, ia selamanya tak akan berpisah darinya. Akan tetapi koneksi yang paling kuat itu terjadi pada mulai waktu ashar hari kamis sampai sabtu (pagi). Karena alasan itulah, orang-orang membiasakan berziarah pada hari jum’at atau kamis sore (setelah ashar).

Adapun ziarahnya Rasulullah ke makam para shahabat yang syahid di perang uhud pada hari sabtu, itu karena sempitnya waktu jum’at untuk melakukan amal-amal (afdloliyyah) serta jauhnya jarak dari kota Madinah.

 


 

NGAJI KAMIS PAGI (PERTEMUAN KEDUA BELAS)

Bersama pengasuh Pondok Pesantren Anak-Anak Tahfidzul Qur’an Raudlatul Falah

Ust. Noor Shokhib, AH., M.Pd.I

Kajian kitab;

مَجْمُوْع مُشْتَمِل عَلَى أَرْبَعِ رَسَائِلَ

‘Kumpulan yang memuat empat catatan’

Karya dari seorang Mufti Makkah

الحافظ الفقيه السَّيد أحمد بن زيني دحلان الحسني الهاشميّ القرشيّ المكّيّ

Di pertemuan yang kedua belas ini, beliau Ust. 𝑵𝒐𝒐𝒓 𝑺𝒉𝒐𝒌𝒉𝒊𝒃 membacakan;

Hadist Rasulullah :

Di ceritakan pada suatu hari beliau bersabda kepada para sahabatnya: “Berdoalah kalian semua

اَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ فِيـْـنَا شَقِيًّا وَ لاَ مَحْرُوْمًا

Yaa Allah, jangan jadikan kami semua orang yang celaka dan tertutup dari rahmat-Mu.

Beliau Rosulullah kemudian bertanya: “Tahukah kalian semua, siapakah orang yang yang celaka dan tertutup dari rahmat-Nya?”

Para sahabat menggeleng kepala sembari bertanya balik : “siapakah dia, wahai Rasulullah? Beliau Rasulullah menjawab: ia adalah orang yang meninggalkan sholat.”

Disebutkan dalam hadits Isra’-Mi’raj; ketika Nabi Muhammad SAW ditunjukan Surga dan Neraka, hingga perjalanan itu telah berada pada suatu kaum yang kepalanya hancur dipukuli dengan batu. Ketika hancur kepalanya di kembalikan pada keadaan semula, lalu dipukul dengan batu lagi hingga hancur kembali, tidak ada henti-hentinya keaadan seperti itu berulang-ulang terus.

Kemudian beliau Rasulullah SAW bertanya: “Siapakah mereka wahai Jibril?” Ia ( Jibril) menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang kepalanya berat untuk melaksanakan sholat.”

𝑱𝒂𝒖𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒎𝒊 𝒀𝒂 𝑹𝒂𝒃𝒃 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒑𝒆𝒕𝒂𝒌𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒉𝒂𝒍𝒂𝒕. 𝑲𝒖𝒂𝒕𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒎𝒊 𝒀𝒂 𝑹𝒂𝒃𝒃 𝒂𝒈𝒂𝒓 𝒔𝒆𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊𝒂𝒔𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒈𝒂 𝑺𝒉𝒂𝒍𝒂𝒕 𝒅𝒊 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖𝒏𝒚𝒂.

 


TARAWIH HARI PERTAMA DI PPATQ

Tarawih adalah sholat sunah yang di lakukan di malam bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadhan setiap amalan yang dilakukan akan mendapatkan pahala berkali-kali lipat dibanding dengan bulan-bulan lainnya, terlebih ada bonus pengampunan dosa bagi yang melaksanakannya, Nabi Muhammad bersabda :

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

“Barang siapa yang salat malam pada Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosa yang lalu.” (HR. Bukhari )

Salat tarawih bisa dilakukan secara jamaah di masjid ataupun secara munfarid dilakukan di rumah, tapi afdholnya di lakukan secara berjama’ah, Syaikh Abdul Wahhab al-Sya’raani menyebutkannya dalam kitab al-Mizan al-Kubra sebagai berikut:

وَمِنْ ذَلِكَ قَوْلُ أَبِي حَنِيْفَةَ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ اَنَّ صَلاَةَ التَّرَاوِيْحَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ عِشْرُوْنَ رَكْعَةً وَاِنَّهَا فِي الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مَعَ قَوْلِ مَالِكٍ فِي اِحْدَى الرِّوَايَاتِ عَنْهُ اِنَها سِتَّةٌ وَثَلاَثُوْنَ رَكْعَةً (الميزان الكبرى )

Artinya: Sebagian dari yang demikian adalah Qaul Imam Abi Hanifah, Imam Syafii dan Imam Ahmad bahwa Shalat Tarawih di dalam Bulan Ramadhan adalah 20 rakaat dan sesungguhnya berjamaah itu lebih utama disertai Qaul Imam Malik dalam satu riwayat darinya adalah 36 rakaat.

Bahkan sebagaimana di riwayatkan dari Shahabat Ali ada keutamaan tersendiri jika kita bisa melaksanakannya di malam pertama

عن على بن ابى طالب رضى الله تعالى عنه انه قال سئل النبى عليه الصلاة والسلام عن فضائل التراويح فى شهر رمضان فقال يخرج المؤمن من ذنبه فى اول ليلة كيوم ولدته امه

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib Radhiallahu Anhu, bahwa sesungguhnya Ali berkata : Nabi SAW ditanya tentang keutamaan tarawih di Bulan Ramadan. Maka Nabi SAW menjawab : “pada malam pertama keluarlah dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) sebagaimana ibunya melahirkan ia di dunia.

 


خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ                  اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه                      من سلك طريقا إلى العلم سلك الله به طريقا إلى الجنة                  ومن تعلم بابا من العلم ليعلم الناس أعطي له ثواب سبعين نبيا

Arsip

Yayasan Raudlatul Falah

yayasan-raudlatul-falah-bermi

Komentar Terbaru